Detail Publikasi


Fakultas Hukum UKI Integrasikan Program S1, S2, dan S3 untuk Penguatan Riset dan Kerja Sama Internasional

Jakarta – Dalam upaya memperkuat sinergi pendidikan hukum serta meningkatkan daya saing di tingkat global, Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) secara resmi mengintegrasikan tiga jenjang pendidikan hukumnya, yaitu Program Sarjana (S1), Program Magister (S2), dan Program Doktor (S3). Rektor Universitas Kristen Indonesia, Prof. Dhaniswara K. Harjono, menjelaskan bahwa langkah integrasi ini merupakan bentuk respons FH UKI terhadap perkembangan era digital dan globalisasi yang menuntut lembaga pendidikan tinggi untuk beradaptasi dan berinovasi. “Sebagai institusi pendidikan hukum, kami memiliki tanggung jawab untuk memperkuat diri dalam menghadapi tantangan global. Indonesia adalah negara hukum yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Karena itu, penggabungan program studi ini diharapkan dapat memperkokoh kontribusi FH UKI bagi bangsa dan negara,” ujar Prof. Dhaniswara dalam sambutannya di Auditorium Graha William Soeryadjaya, UKI Jakarta (01/10). Beliau menambahkan bahwa proses penggabungan telah melalui kajian akademik dan studi banding ke berbagai perguruan tinggi lain untuk memastikan efektivitas dan kualitas implementasinya. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dhaniswara juga menegaskan bahwa FH UKI terus memperluas jejaring kerja sama internasional dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kami mengembangkan kurikulum serta menjalin kemitraan dengan universitas di Asia, Eropa, dan Amerika. Salah satu wujud konkret kerja sama tersebut adalah penerimaan hibah dari Uni Eropa untuk penelitian bersama Universitas Sevilla, Spanyol,” ungkapnya. Menurutnya, ketiga program studi yang kini disatukan memiliki kekuatan akademik yang solid dan reputasi yang baik. “Karena memiliki akar yang sama di bidang hukum, penyatuan ini akan menciptakan kolaborasi yang lebih erat dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat,” jelas Guru Besar Ilmu Hukum Bisnis tersebut. Penggabungan ini juga memperkuat posisi FH UKI sebagai fakultas dengan akreditasi Unggul dan akreditasi internasional, serta memiliki ruang peradilan semu yang tersertifikasi ISO 9001:2015. “Kami optimistis langkah ini akan menjadikan FH UKI sebagai pusat unggulan pendidikan hukum. Selain itu, kami tengah menyiapkan pembangunan gedung baru dengan dukungan dari Yayasan dan para alumni,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Dekan FH UKI sekaligus Ketua Panitia Penggabungan Program Studi, Tomson Situmeang, S.H., M.H., menjelaskan bahwa proses kajian integrasi telah dilakukan sejak tahun 2022. “Kajian ini berlangsung hingga akhir tahun 2023. Kami juga memberikan apresiasi kepada almarhum Dr. Gindo Tobing yang telah memulai kajian awal tersebut. Saat ini, kurikulum S1, S2, dan S3 telah disusun secara linear untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih sinergis dan terarah,” terangnya. Melalui langkah integratif ini, FH UKI menegaskan komitmennya untuk menjadi institusi pendidikan hukum yang unggul, adaptif, serta berdaya saing global, dengan lulusan yang memiliki integritas dan kompetensi tinggi.